|
Contributed by Admin
|
|
Jul 03, 2008 at 04:15 PM |
|
New Page 1
Tak berapa lama lagi kita memasuki bulan ramadhan sekitar dua bulan lagi.
Alangkah mulianya para shahabat Nabi Saw yang mempersiapkan dirinya jauh-jauh
hari untuk menanti ramadhan bahkan diceritakan bahwa para shahabat sudah menanti
enam bulan sebelumnya.
|
|
Written by KH. 'Abdul 'Aziz 'Abdul 'Rauf
|
|
Jul 03, 2008 at 03:16 PM |
New Page 1
Ketertarikan kita terhadap sesuatu bergantung pada ilmu kita
tentang kelebihan/kegunaan sesuatu itu. Meskipun Rasulullah Saw telah memberikan
banyak fadha’il Al Qur’an, ketertarikan manusia
terhadap Al Qur’an sangat bergantung pada iman dan keyakinannya kepada janji
Allah Swt dan Rasul-Nya.
Misalnya, Umar bin Khattab sangat tertarik kepada Al Qur’an (dan
Islam) setelah mendengar QS. Thaha. Berbeda halnya dengan Walid bin Mughirah,
walaupun ia sangat tertarik dan memuji-muji Al Qur’an, tetap saja pada akhirnya
ia tidak beriman, bahkan mengatakan “Itu adalah sihir yang diajarkan kepada
Muhammad”. |
|
Written by Admin
|
|
Jul 02, 2008 at 10:35 AM |
|
New Page 1
Untuk kenyamanan pengunjung dalam melihat
tampilan layananquran.com, pihak admin akan melakukan peremajaan terhitung
minggu kedua pada bulan juli ini.
Semoga dengan peremajaan itu kita lebih bisa
menikmati dan menghayati semua isi dari situs Pusat Layanan Al Qur'an ini.
Write Comment (0 comments) |
|
Written by Abu Nazib
|
|
Jul 02, 2008 at 10:18 AM |
New Page 1
Tokoh yang bernama lengkap Abu Ja’far Muhammad
bin Musa Al-Khawarizmi (780-846 M) ini merupakan intelektual muslim yang banyak
menyumbangkan karyanya di bidang matematika, geografi, musik, dan sejarah. Dari
namanyalah istilah algoritma diambil.
Lahir di Khawarizmi, Uzbeikistan, pada tahun
194 H/780 M. Kepandaian dan kecerdasannya mengantarkannya masuk ke lingkungan
Dar al-Hukama (Rumah Kebijaksanaan), sebuah lembaga penelitian dan pengembangan
ilmu pengetahuan yang didirikan oleh Ma’mun Ar-Rasyid, seorang khalifah
Abbasiyah yang terkenal.
|
|
Written by TIM PLQ
|
|
Jun 24, 2008 at 11:13 AM |
New Page 1
Untuk memasyarakatkan Al Qur’an dan
meng-Qur’ankan masyarakat, Pusat Layanan Al Qur’an mengadakan Jaulah Qur’ani ke
daerah-daerah, untuk bulan ini Tim PLQ mengadakan Jaulah kedaerah Banten Selatan
tepatnya di Desa Wanasari, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten.
Tim PLQ memulai perjalanan dari kantor pusat,
pada pukul 07.30, mengalami kemunduran jadwal dari yang direncanakan pada pukul
06.00, tim PLQ berjumlah tujuh orang yaitu Ustadz Fahmi Rusydi, Lc (ketua tim),
Ustadz Syukron, Lc (pemberi materi), Ustadz Ahmad Zaki (bendahara), Aji Sumiyaji
(Sekretaris dan sebagai tuan rumah), Ahmad Fauzi (kameramen), Ahmad Rizal (seksi
peralatan) dan satu orang sopir dari Yayasan Al Hikmah. |
|
Written by Ahmad Syarifuddin
|
|
Jun 12, 2008 at 03:09 PM |
New Page 1
Untuk menghindari penyakit
"junitnus shaba"
sekaligus melestarikan fitrah dan kehanifan
anak serta meningkatkan mentalitas
keimanannya, maka satu-satunya dasar
Islam yang anggun adalah melalui usaha menanamkan
pada anak pendidikan yang berorientasi
kecintaan
terhadap Al-Qur' an sejak dini.
Ibnu Khaldun menunjuk pentingnya
menanamkan pendidikan Al Qur’an kepada
anak-anak ini. Menurutnya, pendidikan
Al-Qur’an merupakan fondasi
seluruh kurikulum pendidikan di
dunia Islam, karena Al-
Qur’anmerupakan syiar agama yang mampu
menguatkan akidah dan mengokohkan
keimanan. (Mukadimah Ibnu Khaldun: 461) |
|
Written by Ibnu Syakur
|
|
Jun 06, 2008 at 10:30 AM |
|
New Page 1
Di antara kekhususan Al-Qur’an, bahwa ia adalah
kitab yang terpelihara, dan Allah yang berkenan memeliharanya, tidak
mewakilkannya kepada seseorang seperti yang dilakukan terhadap kitab-kitab suci
yang lainnya, yang dijaga orang-orang yang menerimanya. Firman Allah,
“Disebabkan mereka diperintahkan untuk
memelihara kitab-kitab Allah.”(Al-Maidah:44).
Para ulama Muslimin semenjak dahulu hingga
sekarang sudah sepakat bahwa Taurat sudah mengalami perubahan dan penyimpangan.
Hal ini telah dinyatakan semenjak periode buku Al-Milal wan-Nihal hingga
periode Syaikh Al-Hindy yang mengarang Izhharul-Haqq, yang juga dikuatkan
berbagai kajian pada zaman sekarang. |
|
Written by Ahmad Syarifudin
|
|
Jun 03, 2008 at 10:00 AM |
|
New Page 1
Karena
baik dan buruknya perbuatan amat
bergantung pada faktor niat.
Niat utama vang ditekankan ialah mengajarkan
anak-anak Baca tulis Al-Our' an dengan
ikhlas dan penuh tanggung jawab dalam
rangka meneruskan risalah kenabian agar
kelak mereka menjadi generasi yang
saleh. Selanjutnya dengan itu, dalam
jangka panjang; diharapkan tumbuh
masyarakat yang hidup dalam tatanan nilai-
nilai Islam yang bersumber dari
Kitab Suci
Al-Qur'an (masyarakat
Qur'ani).
Betapa pun keikhlasan dan tanggung
jawab harus dikedepankan, guru-guru AlQur'an
pada prinsipnya diperkenankan mengambil upah pada pekerjaannva, karena dalam
aktivitas mendidik anak baca tulis Al-
Qur'an
pasti dibutuhkan tenaga, waktu, pikiran, biaya,
dan sebagainya.
Rasulullah saw. bersabda,
"Sesungguhnya hal yang paling layak
untuk
kamu
ambil upahnya ialah (mengajarkan)
Kitab
Allah"
(HR Bukhari) |
|
|
Written by Abu Azmi
|
|
May 12, 2008 at 03:15 PM |
|
New Page 1
"Dan orang-orang yang
mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu
penghuni-penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya."(Q.S al-A'raaf : 36).
Waktu engkau masih
kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudhu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra |
|
|
Written by DR. Akhsin Sakho Muhammad
|
|
May 09, 2008 at 10:46 AM |
New Page 1
Cabang-cabang Lomba dalam MTQ
Pada mulanya cabang yang dilombakan dalam MTQ
adalah cabang Tilawah untuk dewasa saja. Ternyata dalam perkembangannya
cabang-cabang yang diombakan bertambah menjadi 7 cabang yaitu:
1.
Cabang Tilawah
Cabang Tilawah terdiri dari 5 golongan yaitu:
a.
Tilawah golongan dewasa, putra/putri
b.
Tilawah golongan Remaja, putra/putri
c.
Tilawah golongan anak-anak yang terbagi menjadi dua golongan yaitu 1 Juz
purta/putri dan 5 Juz putra/putri
d.
Tilawah golongan cacat netra, putra/putri
e.
Tilawah golongan tartil, putra/putri |
|
| | << Start < Previous 1 2 3 4 5 6 Next > End >>
| |