“Dan di langitterdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikankepadamu. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya apa yang dijanjikan ituadalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.”(QS. Adz-Dzariyat [51]:22-23)
Rezeki adalah sumber kehidupan manusia. Dalam kehidupansehari-hari, ada sebagian manusia yang walaupun rezekinya pas-pasan namunkehidupannya bahagia dan tenang (sakinah) karena mereka memilikipemahaman yang benar tentang rezeki. Sementara tidak sedikit yang sebaliknya,gelisah, frustasi, bahkan mengalami penyimpangan aqidah karena kesalahanpemahaman tentang hakikat rezeki.
Suatu saat 4 orang laki-laki datang kepada Hasan Al
Basri secara bergantian dengan masalahnya sendiri-sendiri :
Orang Pertama datang mengadukan kekeringan yang melanda karena hujan tidak turun
dari langit; Hasan Basri memberi nasihat kepada orang tersebut untuk
beristigfar.
Orang Kedua datang mengadukan kemiskinan yang dideritanya; Hasan Basri-pun
memberi nasihat kepada orang kedua ini untuk beristigfar.
Orang Ketiga datang mengadu karena istrinya mandul - tidak memiliki keturunan ;
lagi-lagi Hasan Basri memberi nasihat kepada orang ketiga ini-pun untuk
beristigfar.
Orang Keempat datang mengeluhkan kebunnya yang gersang – tidak dapat
menumbuhkan tanaman ; yang terakhir inipun diberi nasihat untuk beristigfar.
Sebagian aktivis
masjid di kawasan Jabodetabek sudah tidak asing lagi dengan sosok ustadz yang
identik dengan Masjid Al-Hikmah, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta. Beliau
adalah Ustadz Abdul Hasib.
Anggota pendiri Rabithah Ma'ahid Quran
Asia Pasifik ini, alhamdulillah, bisa berbagi taujih atau arahan dengan
Eramuslim. Ditemui di rumahnya di jalan Bangka II, Ustadz Hasib, begitu nama
akrab beliau, menyebutkan bahwa puasa masyarakat kita, sayangnya, masih sebatas
kebiasaan, adat, dan budaya.
Berikut petikan wawancara beliau dengan
Eramuslim.
“Dan sesungguhnya kamu
(Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS
Al-Qalam [68]:4)
Ketika
iman kita semakin baik, tanpa terasa semakin banyak kebiasaan sehari-hari kita
yang dipengaruhi oleh figur Rasulullah Saw yang kita cintai, kagumi, ikuti dan
teladani. Figur seseorang dalam kadar tertentu biasanya sangat bermanfaat untuk
menjadi sumber motivasi dan inspirasi dalam meraih suatu keinginan, termasuk
untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Pada hari Rabu, 14 Agustus 2008, PLQ mengutus dua perwakilannya untuk menghadiri Launching APQI (Asosiasi Penerbit Mushaf Al Qur'an Indonesia), sebagai undangan dari pihak penyelenggara kegiatan. Kegiatan launching sendiri diadakan di Bait Al Qur'an di TMII (Taman Mini Indonesia Indah). Pihak PLQ terlambat hadir karena, tidak ada kepastian waktu dari penyelenggara waktu acara di mulai, sehingga tidak sempat untuk melakukan liputan, berikut petikan berita dari suara merdeka cybernews.